KURIKULUM MERDEKA
KURIKULUM
MERDEKA
Kurikulum
Merdeka merupakan kurikulum terbaru yang sedang diimplementasikan secara
bertahap di Indonesia.
LATAR
BELAKANG
Kurikulum
Merdeka diperkenalkan sebagai respons terhadap berbagai tantangan dan kebutuhan
transformasi pendidikan, terutama setelah pengalaman pandemi COVID-19 yang
menyoroti pentingnya fleksibilitas dan relevansi pembelajaran. Latar belakang
utama pengembangannya meliputi:
1. Pembelajaran
yang Kaku dan Terlalu Padat: Kurikulum sebelumnya (K-13) dinilai terlalu
padat konten dan kaku, menyebabkan guru kesulitan mendalaminya dan siswa merasa
jenuh. Target kompetensi yang banyak seringkali membuat guru terburu-buru
menyelesaikan materi tanpa memperhatikan kedalaman pemahaman siswa.
2. Ketertinggalan
Pembelajaran (Learning Loss): Pandemi COVID-19 memperparah masalah learning
loss dan kesenjangan belajar. Diperlukan kurikulum yang lebih adaptif dan
memungkinkan guru untuk fokus pada materi esensial serta memberikan bimbingan
sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
3. Perubahan
Dunia yang Cepat: Perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang
terus berubah menuntut profil lulusan yang lebih adaptif, memiliki kemampuan
berpikir kritis, kreatif, dan mandiri, bukan hanya menghafal materi.
4. Penguatan
Karakter dan Kompetensi Abad 21: Meskipun K-13 sudah mencoba
mengintegrasikan ini, diperlukan pendekatan yang lebih kuat dan terstruktur,
terutama melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
5. Otonomi
dan Fleksibilitas: Kurikulum Merdeka hadir untuk memberikan otonomi dan
fleksibilitas lebih besar kepada guru dan sekolah dalam merancang pembelajaran
yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi satuan pendidikan
masing-masing.
TUJUAN
Tujuan utama
Kurikulum Merdeka adalah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih relevan,
mendalam, dan menyenangkan, serta mengembangkan profil Pelajar Pancasila pada
diri peserta didik.
Secara lebih
rinci, tujuannya meliputi:
1. Fokus pada
Materi Esensial: Mengurangi kepadatan materi, sehingga guru memiliki waktu
yang cukup untuk mendalami konsep-konsep penting dan mengembangkan kompetensi
siswa.
2. Pembelajaran
yang Fleksibel: Memberikan keleluasaan kepada guru dan sekolah untuk
merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan minat siswa, serta
konteks lokal.
3. Penguatan
Karakter Melalui P5: Mengembangkan karakter Profil Pelajar Pancasila
(Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia; Berkebinekaan Global;
Gotong Royong; Mandiri; Bernalar Kritis; Kreatif) melalui pembelajaran berbasis
proyek.
4. Pengembangan
Soft Skills dan Hardskills: Membekali siswa dengan kompetensi
yang relevan untuk masa depan, termasuk berpikir kritis, kreativitas,
kolaborasi, dan komunikasi, serta keterampilan teknis yang sesuai.
5. Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran: Melalui guru yang lebih merdeka dan berinovasi,
diharapkan pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi siswa.
DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun
2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3. Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022
tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
4. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022
tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar,
dan Jenjang Pendidikan Menengah.
5. Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022
tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
6. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022
tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
7. Keputusan Kepala BSKAP (Badan Standar,
Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan) yang mengatur Capaian Pembelajaran (CP)
untuk setiap jenjang dan mata pelajaran. Misalnya, Keputusan Kepala BSKAP No.
008/H/KR/2022.
8. Keputusan
Kepala BSKAP (Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan) yang
mengatur Capaian Pembelajaran (CP) untuk setiap jenjang dan mata pelajaran.
Misalnya, Keputusan Kepala BSKAP No. 032/H/KR/2024.
CIRI-CIRI
UTAMA
Kurikulum
Merdeka memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari kurikulum
sebelumnya:
1. Fokus pada
Materi Esensial: Konten pembelajaran lebih sedikit, tetapi mendalam. Ini
memungkinkan guru dan siswa lebih leluasa dalam mengeksplorasi materi dan
berinovasi.
2. Pembelajaran
Berdiferensiasi (Differentiated Learning): Pembelajaran disesuaikan
dengan tahap capaian dan kebutuhan belajar siswa. Guru diberi keleluasaan untuk
merancang pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman siswa.
3. Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): Merupakan kegiatan kokurikuler
berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan dimensi Profil Pelajar
Pancasila. Projek ini terpisah dari intrakurikuler dan memberikan ruang bagi
siswa untuk belajar secara kontekstual dan lintas disiplin.
4. Capaian
Pembelajaran (CP) sebagai Pengganti KI-KD: CP adalah kompetensi yang harus
dicapai siswa pada akhir suatu fase (bukan per tahun/per semester). Ini
memberikan fleksibilitas kepada guru dalam merancang alur tujuan pembelajaran
sesuai dengan kecepatan belajar siswa.
5. Alur
Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar: Guru mengembangkan ATP dari CP,
kemudian menyusun Modul Ajar (pengganti RPP) yang lebih fleksibel dan mandiri.
6. Penilaian
yang Menguatkan Formatif: Penilaian lebih ditekankan pada fungsi formatif
untuk memonitor perkembangan belajar siswa dan memberikan umpan balik, bukan
hanya sumatif.
7. Fleksibilitas
Perangkat Ajar: Guru dan sekolah memiliki pilihan untuk menggunakan
perangkat ajar yang disediakan pemerintah, mengembangkan sendiri, atau
memodifikasi yang sudah ada.
8. Penerapan
Pembelajaran Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Penguatan
pada aspek intrakurikuler (materi esensial), kokurikuler (P5), dan
ekstrakurikuler (minat bakat).
PERANGKAT
PEDOMAN PELAKSANAAN
Perangkat
pedoman pelaksanaan Kurikulum Merdeka dirancang untuk mendukung fleksibilitas
dan otonomi sekolah, antara lain:
1. Keputusan
Kepala BSKAP tentang Capaian Pembelajaran (CP): Dokumen utama yang berisi
CP untuk setiap jenjang dan mata pelajaran, menjadi acuan bagi guru dalam
merancang pembelajaran.
2. Panduan
Pembelajaran dan Asesmen: Dokumen yang memberikan petunjuk rinci tentang
bagaimana merancang pembelajaran berdiferensiasi dan melakukan asesmen yang
efektif.
3. Panduan
Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): Berisi panduan
lengkap untuk merancang, melaksanakan, dan menilai proyek P5.
4. Contoh
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Disediakan sebagai referensi bagi guru
dalam menyusun ATP dari CP.
5. Contoh
Modul Ajar: Berbagai contoh modul ajar yang dapat digunakan, dimodifikasi,
atau sebagai inspirasi bagi guru dalam mengembangkan modul ajar sendiri.
6. Platform
Merdeka Mengajar (PMM): Sebuah platform digital yang menyediakan berbagai
perangkat ajar, asesmen, dan pelatihan guru untuk mendukung implementasi
Kurikulum Merdeka.
7. Buku Teks
Kurikulum Merdeka: Buku-buku teks yang dikembangkan sesuai dengan prinsip
Kurikulum Merdeka.
KESIMPULAN
Kurikulum
Merdeka adalah lompatan signifikan dalam transformasi pendidikan Indonesia yang
mengedepankan fleksibilitas, relevansi, dan pengembangan karakter Profil
Pelajar Pancasila. Dengan mengurangi kepadatan materi dan memberikan otonomi
yang lebih besar kepada guru, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menciptakan
pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta
didik. Fokus pada pembelajaran berdiferensiasi dan projek P5 menjadi kunci
untuk menyiapkan generasi yang adaptif, kreatif, kritis, dan berkarakter mulia
dalam menghadapi tantangan masa depan. Implementasinya yang bertahap juga
memungkinkan sekolah dan guru untuk beradaptasi dan berinovasi sesuai dengan
kapasitasnya.
PERBEDAAN
SIGNIFIKAN ANTARA KURIKULUM K-13 DENGAN KURIKULUM MERDEKA
Pada Kurikulum
Merdeka, terjadi perubahan terminologi yang signifikan untuk memberikan
fleksibilitas dan fokus pada capaian pembelajaran yang lebih esensial dan
berdiferensiasi.
Berikut adalah
istilah-istilah pengganti dan konsep yang digunakan pada Kurikulum Merdeka:
1. Standar
Kompetensi Lulusan (SKL)
o Pada
Kurikulum Merdeka, SKL tetap ada sebagai kriteria minimal tentang
kualifikasi kemampuan lulusan. Namun, penekanannya lebih pada Profil Pelajar
Pancasila sebagai tujuan akhir yang ingin dicapai melalui seluruh proses
pendidikan.
o SKL
pada Kurikulum Merdeka diatur dalam Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022.
2. Kompetensi
Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
o Pada
Kurikulum Merdeka, KI dan KD secara eksplisit tidak lagi digunakan dalam
format seperti K-13. Keduanya digantikan oleh Capaian Pembelajaran (CP).
o Capaian
Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta
didik pada akhir satu fase (bukan per tahun/per semester). CP ditetapkan oleh
Pemerintah Pusat melalui Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen
Pendidikan (BSKAP). CP bersifat fleksibel karena memberikan keleluasaan kepada
guru untuk merancang alur dan kedalaman materi sesuai dengan kebutuhan dan
kecepatan belajar siswa dalam satu fase.
3. Indikator
Pencapaian Kompetensi (IPK)
o Pada
Kurikulum Merdeka, Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) tidak lagi
digunakan sebagai istilah formal dalam perangkat kurikulum utama.
o Sebagai
gantinya, guru mengembangkan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan
Pembelajaran (ATP).
o Tujuan
Pembelajaran (TP) adalah deskripsi tujuan yang ingin dicapai dari suatu
materi ajar. TP dirumuskan oleh guru dari CP. TP ini mirip dengan IPK yang
lebih fokus pada perilaku dan pemahaman spesifik, namun dengan otonomi yang
lebih besar bagi guru dalam merumuskannya.
o Alur
Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang
tersusun secara sistematis dan logis menurut urutan pembelajaran sejak awal
hingga akhir suatu fase. ATP ini menjadi panduan guru dalam merancang
pembelajaran untuk mencapai CP.
o TP
dan ATP ini kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Modul Ajar, yang
merupakan perangkat ajar fleksibel pengganti RPP.
ALUR
PENYUSUNAN MODUL AJAR.
Dambil contoh :
Gaya dan Usaha.
Pada Kurikulum
Merdeka, Capaian Pembelajaran disusun per fase (bukan per kelas atau per
semester), dan biasanya sudah ditetapkan secara nasional oleh Kemendikbudristek
melalui Keputusan Kepala BSKAP. Guru kemudian akan menjabarkan CP ini menjadi
tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan alur tujuan pembelajaran
(ATP) sesuai dengan karakteristik siswanya.
Untuk materi
"Gaya dan Usaha" di jenjang SMA (Fase E atau Fase F), CP akan
mencakup aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang terintegrasi.
Contoh
Capaian Pembelajaran (CP) untuk Elemen Fisika: Gaya dan Usaha
Elemen:
Mekanika (termasuk Gaya dan Usaha)
Fase: E
(untuk Kelas X SMA/MA)
Fase: F
(untuk Kelas XI/XII SMA/MA, jika materi ini diperdalam/diperluas)
1. Capaian
Pembelajaran pada Fase E (Kelas X SMA/MA):
Pada akhir fase
E, peserta didik mampu menganalisis dan mengaplikasikan
konsep-konsep gaya (gaya sentripetal, gaya gesek, gaya berat, gaya normal,
dan tegangan tali) serta Hukum Newton untuk menjelaskan
berbagai fenomena gerak dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga mampu memahami
konsep usaha, energi, dan daya serta hukum kekekalan
energi mekanik, dan menerapkannya untuk menyelesaikan
permasalahan kontekstual. Mereka dapat melakukan percobaan sederhana
yang relevan, menyajikan data dan menganalisis hasilnya dengan bernalar
kritis, serta mengomunikasikan hasil pengamatan dan kesimpulan
secara kolaboratif.
2. Capaian
Pembelajaran pada Fase F (Kelas XI/XII SMA/MA): (Ini berlaku jika materi
gaya dan usaha diperdalam dengan konsep yang lebih kompleks, misalnya sistem
benda, gerak harmonik sederhana, atau kerja-energi dalam konteks yang lebih
luas)
Pada akhir fase
F, peserta didik mampu mengevaluasi secara mendalam dan mengintegrasikan
konsep-konsep gaya (termasuk gaya interaksi dan gaya non-konservatif)
dan Hukum Newton pada berbagai sistem dan kondisi gerak yang lebih
kompleks (misalnya, gerak rotasi, gerak harmonik sederhana). Mereka juga mampu menganalisis
dan menghitung usaha yang dilakukan oleh berbagai jenis gaya
(termasuk gaya yang berubah-ubah), energi (termasuk energi potensial dan
kinetik rotasi), daya, serta hukum kekekalan energi mekanik dan
kekekalan energi secara umum untuk memecahkan permasalahan fisika
yang multi-konsep. Peserta didik dapat merancang dan melaksanakan eksperimen
yang lebih kompleks, menginterpretasi data secara kuantitatif dan
kualitatif, serta menyusun argumen ilmiah berdasarkan bukti dan konsep
fisika.
PENJELASAN
SINGKAT:
- Kata Kunci: CP menggunakan kata kerja
yang menunjukkan kemampuan (menganalisis, mengaplikasikan, memahami,
menyelesaikan, melakukan, menyajikan, mengevaluasi, mengintegrasikan,
memecahkan).
- Materi Esensial: Konsep-konsep inti dari
gaya dan usaha disebutkan secara jelas.
- Integrasi Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap:
CP tidak hanya menyebutkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan proses
(melakukan percobaan, menyajikan data, menganalisis, mengkomunikasikan)
dan sikap (bernalar kritis, kolaboratif) yang merupakan bagian dari
dimensi Profil Pelajar Pancasila.
- Fase: CP ini dirumuskan untuk satu fase yang
mencakup rentang waktu lebih dari satu tahun pelajaran, memberikan
fleksibilitas bagi guru untuk mengatur alur belajar siswa.
Setelah CP ini,
guru akan menjabarkannya lebih lanjut menjadi Tujuan Pembelajaran (lebih
spesifik seperti IPK) dan menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang
berjenjang, serta Modul Ajar sebagai perangkat pelaksanaan pembelajaran.
PENJABARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) MENJADI TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
1. Untuk Fase
E (Kelas X SMA/MA)
Capaian
Pembelajaran (CP) Fase E: Pada akhir fase E, peserta didik mampu menganalisis
dan mengaplikasikan konsep-konsep gaya (gaya sentripetal, gaya gesek,
gaya berat, gaya normal, dan tegangan tali) serta Hukum Newton untuk
menjelaskan berbagai fenomena gerak dalam kehidupan sehari-hari. Peserta
didik juga mampu memahami konsep usaha, energi, dan daya
serta hukum kekekalan energi mekanik, dan menerapkannya untuk menyelesaikan
permasalahan kontekstual. Mereka dapat melakukan percobaan sederhana
yang relevan, menyajikan data dan menganalisis hasilnya dengan bernalar
kritis, serta mengomunikasikan hasil pengamatan dan kesimpulan
secara kolaboratif.
Tujuan
Pembelajaran (TP) Fase E:
Aspek
Pengetahuan (Konsep Gaya dan Hukum Newton):
1. Peserta didik
dapat menjelaskan pengertian gaya dan macam-macam gaya (gaya berat, gaya
normal, gaya tegangan tali, gaya gesek) serta sifatnya sebagai vektor.
2. Peserta didik
dapat menganalisis Hukum I Newton (inersia) dan memberikan contoh
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Peserta didik
dapat menjelaskan Hukum II Newton dan menganalisis hubungan
antara gaya, massa, dan percepatan.
4. Peserta didik
dapat menerapkan Hukum II Newton untuk menyelesaikan permasalahan
gerak benda pada bidang datar (licin dan kasar) dan bidang miring sederhana.
5. Peserta didik
dapat menjelaskan Hukum III Newton dan mengidentifikasi pasangan
gaya aksi-reaksi dalam berbagai fenomena.
Aspek
Pengetahuan (Konsep Usaha, Energi, dan Daya):
6. Peserta didik
dapat menjelaskan konsep usaha dalam fisika dan menghitung besar
usaha yang dilakukan oleh gaya konstan yang segaris maupun membentuk sudut
dengan perpindahan.
7. Peserta didik
dapat mengidentifikasi usaha positif, negatif, dan nol.
8. Peserta didik
dapat menjelaskan konsep energi (energi kinetik dan energi potensial
gravitasi) dan menghitung besar energi kinetik serta energi potensial
gravitasi suatu benda.
9. Peserta didik
dapat menganalisis hubungan antara usaha dan perubahan energi kinetik
(Teorema Usaha-Energi Kinetik).
10. Peserta
didik dapat menjelaskan hukum kekekalan energi mekanik dan menerapkannya
untuk menyelesaikan permasalahan gerak benda tanpa gesekan.
11. Peserta
didik dapat menjelaskan konsep daya dan menghitung besar daya.
Aspek
Keterampilan (Proses dan Komunikasi):
12. Peserta
didik dapat merancang dan melakukan percobaan sederhana tentang
pengaruh gaya terhadap gerak benda atau konsep usaha.
13. Peserta
didik dapat menyajikan data hasil percobaan dalam bentuk tabel atau
grafik.
14. Peserta
didik dapat menganalisis data percobaan dan menyimpulkan hubungan
antara besaran-besaran yang relevan dengan bernalar kritis.
15. Peserta
didik dapat mengkomunikasikan hasil percobaan atau penyelesaian masalah
secara lisan atau tertulis dengan kolaboratif.
2. Untuk Fase
F (Kelas XI/XII SMA/MA)
Capaian
Pembelajaran (CP) Fase F: Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengevaluasi
secara mendalam dan mengintegrasikan konsep-konsep gaya (termasuk
gaya interaksi dan gaya non-konservatif) dan Hukum Newton pada
berbagai sistem dan kondisi gerak yang lebih kompleks (misalnya, gerak rotasi,
gerak harmonik sederhana). Mereka juga mampu menganalisis dan menghitung
usaha yang dilakukan oleh berbagai jenis gaya (termasuk gaya yang
berubah-ubah), energi (termasuk energi potensial dan kinetik rotasi), daya,
serta hukum kekekalan energi mekanik dan kekekalan energi secara umum
untuk memecahkan permasalahan fisika yang multi-konsep. Peserta didik
dapat merancang dan melaksanakan eksperimen yang lebih kompleks, menginterpretasi
data secara kuantitatif dan kualitatif, serta menyusun argumen ilmiah
berdasarkan bukti dan konsep fisika.
Tujuan
Pembelajaran (TP) Fase F:
Aspek
Pengetahuan (Konsep Gaya, Hukum Newton pada Sistem Kompleks):
1. Peserta didik
dapat menganalisis dan menghitung gaya-gaya pada sistem benda
yang terhubung (misalnya, katrol dan bidang miring, sistem massa-pegas).
2. Peserta didik
dapat mengevaluasi pengaruh gaya gesek statis dan kinetis pada berbagai
sistem gerak.
3. Peserta didik
dapat menganalisis dan menghitung gaya pada gerak melingkar (gaya
sentripetal) dan gerak harmonik sederhana (gaya pemulih).
4. Peserta didik
dapat mengintegrasikan konsep Hukum Newton dengan gerak rotasi dan gerak
harmonik sederhana.
Aspek
Pengetahuan (Konsep Usaha, Energi, dan Daya Lanjutan):
5. Peserta didik
dapat menghitung usaha yang dilakukan oleh gaya yang berubah-ubah
(misalnya, gaya pegas, dengan pendekatan grafik F-x).
6. Peserta didik
dapat menganalisis dan menghitung usaha dan energi pada gerak
rotasi (energi kinetik rotasi).
7. Peserta didik
dapat mengevaluasi hukum kekekalan energi mekanik pada sistem yang
melibatkan gaya non-konservatif (misalnya, gaya gesek).
8. Peserta didik
dapat menganalisis dan menghitung daya pada berbagai sistem gerak
yang kompleks.
9. Peserta didik
dapat memecahkan permasalahan fisika multi-konsep yang melibatkan
kombinasi gaya, usaha, dan energi.
Aspek
Keterampilan (Eksperimen dan Argumen Ilmiah):
10. Peserta
didik dapat merancang dan melaksanakan eksperimen untuk
menyelidiki hubungan antarbesaran pada gerak rotasi, gerak harmonik sederhana,
atau efisiensi energi. 11. Peserta didik dapat menginterpretasi data
kuantitatif dan kualitatif dari eksperimen yang kompleks.
12. Peserta
didik dapat menyusun argumen ilmiah yang koheren dan logis berdasarkan
bukti eksperimen atau analisis konseptual.
13. Peserta
didik dapat mempresentasikan hasil analisis atau eksperimen secara
efektif dengan menggunakan alat bantu visual dan media yang relevan.
CATATAN
PENTING:
- Fleksibilitas: Guru dapat menyesuaikan
jumlah dan detail TP ini, menggabungkan beberapa TP, atau menambahkan TP
lain sesuai dengan kebutuhan spesifik siswa di kelasnya.
- KKO (Kata Kerja Operasional): TP menggunakan
KKO yang menunjukkan kemampuan yang dapat diobservasi dan diukur.
- Integrasi Sikap: Sikap (seperti bernalar
kritis, kolaboratif) tidak dijabarkan secara eksplisit dalam TP, tetapi
diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran dan dievaluasi secara holistik.
Setelah TP ini
tersusun, guru akan menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan kemudian Modul
Ajar yang merupakan perangkat pelaksanaan pembelajaran sehari-hari.
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN.
Dari Tujuan
Pembelajaran (TP) "Gaya dan Usaha" yang sudah kita susun sebelumnya, kita
akan buat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
Alur Tujuan
Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun
secara sistematis dan logis dari awal hingga akhir suatu fase. ATP berfungsi
sebagai panduan guru dalam merancang pengalaman belajar siswa.
Alur Tujuan
Pembelajaran (ATP) untuk Elemen Fisika: Gaya dan Usaha
Fase E (Kelas
X SMA/MA)
Alokasi Waktu
Estimasi: 12-16 JP (Jam Pelajaran, @45 menit)
Topik 1:
Konsep Gaya dan Hukum Newton
- TP 1: Peserta didik dapat menjelaskan
pengertian gaya dan macam-macam gaya (gaya berat, gaya normal, gaya
tegangan tali, gaya gesek) serta sifatnya sebagai vektor.
- (Materi: Definisi gaya, jenis-jenis gaya,
penggambaran diagram gaya bebas)
- TP 2: Peserta didik dapat menjelaskan
Hukum I Newton dan menganalisis penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari (inersia).
- (Materi: Konsep inersia, benda diam/bergerak
lurus beraturan, resultan gaya nol)
- TP 3: Peserta didik dapat menjelaskan
Hukum II Newton dan menganalisis hubungan antara gaya, massa, dan
percepatan.
- (Materi: ΣF=ma, konsep percepatan, hubungan
sebanding/berbanding terbalik)
- TP 4: Peserta didik dapat menerapkan
Hukum II Newton untuk menyelesaikan permasalahan gerak benda pada
bidang datar (licin dan kasar) dan bidang miring sederhana.
- (Materi: Perhitungan Hukum II Newton, gaya
gesek, komponen gaya pada bidang miring)
- TP 5: Peserta didik dapat menjelaskan
Hukum III Newton dan mengidentifikasi pasangan gaya aksi-reaksi
dalam berbagai fenomena.
- (Materi: Konsep aksi-reaksi, perbedaan
aksi-reaksi dan gaya seimbang)
- TP 12: Peserta didik dapat merancang
dan melakukan percobaan sederhana tentang pengaruh gaya terhadap
gerak benda.
- (Integrasi dengan TP 3 dan TP 4, fokus pada
verifikasi Hukum II Newton secara eksperimen)
- TP 13: Peserta didik dapat menyajikan
data hasil percobaan dalam bentuk tabel atau grafik.
- (Integrasi dengan TP 12)
- TP 14: Peserta didik dapat menganalisis
data percobaan dan menyimpulkan hubungan antara besaran-besaran
yang relevan dengan bernalar kritis.
- (Integrasi dengan TP 12, TP 13)
- TP 15: Peserta didik dapat
mengkomunikasikan hasil percobaan atau penyelesaian masalah secara
lisan atau tertulis dengan kolaboratif.
- (Integrasi dengan TP 12, TP 13, TP 14)
Topik 2:
Konsep Usaha, Energi, dan Daya
- TP 6: Peserta didik dapat menjelaskan
konsep usaha dalam fisika dan menghitung besar usaha yang dilakukan
oleh gaya konstan yang segaris maupun membentuk sudut dengan perpindahan.
- (Materi: Definisi usaha W=F.s cos θ, syarat
terjadinya usaha)
- TP 7: Peserta didik dapat mengidentifikasi
usaha positif, negatif, dan nol.
- (Materi: Contoh-contoh kasus usaha berdasarkan
arah gaya dan perpindahan)
- TP 8: Peserta didik dapat menjelaskan
konsep energi (energi kinetik dan energi potensial gravitasi) dan menghitung
besar energi kinetik serta energi potensial gravitasi suatu benda.
- (Materi: Definisi energi kinetik dan potensial
gravitasi, rumus perhitungannya)
- TP 9: Peserta didik dapat menganalisis
hubungan antara usaha dan perubahan energi kinetik (Teorema Usaha-Energi
Kinetik).
- (Materi: Penurunan dan penerapan teorema
usaha-energi kinetik)
- TP 10: Peserta didik dapat menjelaskan
hukum kekekalan energi mekanik dan menerapkannya untuk menyelesaikan
permasalahan gerak benda tanpa gesekan.
- (Materi: Definisi energi mekanik, penerapan
hukum kekekalan energi mekanik)
- TP 11: Peserta didik dapat menjelaskan
konsep daya dan menghitung besar daya.
- (Materi: Definisi daya, rumus daya P=W/t)
- TP 12: Peserta didik dapat merancang
dan melakukan percobaan sederhana tentang konsep usaha atau energi.
- (Integrasi dengan TP 6-11, fokus pada
verifikasi konsep usaha/energi secara eksperimen)
- TP 13, TP 14, TP 15: (Sama seperti di Topik
1, TP keterampilan ini berlaku untuk kedua topik)
Fase F (Kelas
XI/XII SMA/MA)
Alokasi Waktu
Estimasi: 16-20 JP (Jam Pelajaran, @45 menit) (Diasumsikan siswa sudah
menguasai TP Fase E)
Topik 1:
Aplikasi Hukum Newton pada Sistem Kompleks
- TP 1: Peserta didik dapat menganalisis
dan menghitung gaya-gaya pada sistem benda yang terhubung
(misalnya, katrol dan bidang miring, sistem massa-pegas).
- (Materi: Analisis diagram gaya bebas pada
sistem, aplikasi Hukum Newton II pada sumbu-sumbu yang berbeda, persamaan
gerak sistem)
- TP 2: Peserta didik dapat mengevaluasi
pengaruh gaya gesek statis dan kinetis pada berbagai sistem gerak.
- (Materi: Perhitungan gaya gesek, analisis
kondisi benda diam/bergerak, koefisien gesek)
- TP 3: Peserta didik dapat menganalisis
dan menghitung gaya pada gerak melingkar (gaya sentripetal) dan
gerak harmonik sederhana (gaya pemulih).
- (Materi: Konsep gaya sentripetal, frekuensi,
periode, amplitudo, Hukum Hooke untuk gaya pemulih)
- TP 4: Peserta didik dapat
mengintegrasikan konsep Hukum Newton dengan gerak rotasi dan gerak
harmonik sederhana.
- (Materi: Menerapkan Hukum Newton pada masalah
rotasi dan osilasi)
Topik 2:
Usaha, Energi, dan Daya Lanjutan
- TP 5: Peserta didik dapat menghitung
usaha yang dilakukan oleh gaya yang berubah-ubah (misalnya, gaya pegas,
dengan pendekatan grafik F-x).
- (Materi: Usaha oleh gaya variabel, integrasi
grafik F-x)
- TP 6: Peserta didik dapat menganalisis
dan menghitung usaha dan energi pada gerak rotasi (energi kinetik
rotasi).
- (Materi: Energi kinetik rotasi, momen inersia,
teorema sumbu sejajar)
- TP 7: Peserta didik dapat mengevaluasi
hukum kekekalan energi mekanik pada sistem yang melibatkan gaya
non-konservatif (misalnya, gaya gesek).
- (Materi: Konsep gaya konservatif dan
non-konservatif, kerja oleh gaya non-konservatif, modifikasi hukum
kekekalan energi mekanik)
- TP 8: Peserta didik dapat menganalisis
dan menghitung daya pada berbagai sistem gerak yang kompleks.
- (Materi: Daya instan dan rata-rata, daya pada
gerak rotasi)
- TP 9: Peserta didik dapat memecahkan
permasalahan fisika multi-konsep yang melibatkan kombinasi gaya, usaha,
dan energi.
- (Materi: Soal gabungan yang membutuhkan
pemahaman komprehensif)
Topik 3:
Keterampilan Proses dan Argumen Ilmiah Lanjutan
- TP 10: Peserta didik dapat merancang
dan melaksanakan eksperimen untuk menyelidiki hubungan antarbesaran
pada gerak rotasi, gerak harmonik sederhana, atau efisiensi energi.
- (Materi: Desain eksperimen, penggunaan alat
ukur yang lebih presisi)
- TP 11: Peserta didik dapat menginterpretasi
data kuantitatif dan kualitatif dari eksperimen yang kompleks.
- (Materi: Analisis statistik sederhana,
interpretasi grafik yang kompleks)
- TP 12: Peserta didik dapat menyusun
argumen ilmiah yang koheren dan logis berdasarkan bukti eksperimen
atau analisis konseptual.
- (Materi: Keterampilan menulis laporan ilmiah,
menyusun hipotesis dan kesimpulan)
- TP 13: Peserta didik dapat
mempresentasikan hasil analisis atau eksperimen secara efektif dengan
menggunakan alat bantu visual dan media yang relevan.
- (Materi: Keterampilan presentasi, penggunaan
teknologi untuk visualisasi data)
CONTOH : MODUL AJAR FISIKA: GAYA DAN USAHA (Bagian 1: Hukum Newton)
A. INFORMASI
UMUM
- Nama Penyusun: Lukman Hidayatullah, S.T.,
M.Pd.
- Institusi: SMKN 2 Kota Serang
- Tahun Ajaran: 2024/2025
- Jenjang Sekolah: SMA/SMK/MA
- Fase / Kelas: E / X
- Mata Pelajaran: Fisika/IPAS
- Materi Pokok: Pengaruh Gaya terhadap Gerak
Benda Berdasarkan Hukum Newton
- Alokasi Waktu: 4 JP (2 x Pertemuan @ 2 JP)
B. KOMPETENSI
AWAL
- Peserta didik telah memahami konsep besaran dan
satuan, serta konsep gerak lurus (GLB dan GLBB).
- Peserta didik memiliki kemampuan dasar dalam
mengukur dan menggunakan alat ukur sederhana.
C. PROFIL
PELAJAR PANCASILA
Melalui
pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan dimensi Profil
Pelajar Pancasila:
- Bernalar Kritis: Mampu menganalisis
fenomena, merumuskan masalah, dan menyimpulkan dari data/informasi.
- Gotong Royong: Mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk menyelesaikan tugas.
- Mandiri: Mampu mengambil inisiatif dalam
belajar dan bertanggung jawab atas hasil kerjanya.
- Kreatif: Mampu merumuskan pertanyaan, mencari solusi, dan menyajikan ide-ide baru.
D. SARANA DAN
PRASARANA
- Media: Laptop, proyektor, tayangan
video/simulasi (PhET Colorado: Forces and Motion Basics),
gambar/diagram, papan tulis, spidol.
- Alat dan Bahan: Balok kayu,
dinamometer/neraca pegas, tali, koin, meja licin, mobil-mobilan.
- Sumber Belajar: Buku Fisika SMA Kelas X,
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), internet.
E. TARGET
PESERTA DIDIK
- Peserta didik reguler/tipikal.
- Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kondisi
kelas (misalnya 30-36 siswa).
F. MODEL
PEMBELAJARAN
- Pendekatan: Saintifik (Scientific Approach)
- Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Problem-Based Learning
G. KOMPONEN
INTI
1. Capaian
Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang Terkait
- CP Fase E: Pada akhir fase E, peserta didik
mampu menganalisis dan mengaplikasikan konsep-konsep gaya serta Hukum
Newton untuk menjelaskan berbagai fenomena gerak dalam kehidupan
sehari-hari. Mereka dapat melakukan percobaan sederhana yang relevan,
menyajikan data dan menganalisis hasilnya dengan bernalar kritis, serta
mengomunikasikan hasil pengamatan dan kesimpulan secara kolaboratif.
- TP yang Relevan untuk Modul Ini:
- TP 1: Peserta didik dapat menjelaskan
pengertian gaya dan macam-macam gaya (gaya berat, gaya normal, gaya
tegangan tali, gaya gesek) serta sifatnya sebagai vektor.
- TP 2: Peserta didik dapat menjelaskan
Hukum I Newton dan menganalisis penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari (inersia).
- TP 3: Peserta didik dapat menjelaskan
Hukum II Newton dan menganalisis hubungan antara gaya, massa, dan
percepatan.
- TP 5: Peserta didik dapat menjelaskan
Hukum III Newton dan mengidentifikasi pasangan gaya aksi-reaksi
dalam berbagai fenomena.
- TP 12: Peserta didik dapat merancang
dan melakukan percobaan sederhana tentang pengaruh gaya terhadap
gerak benda. (Dilakukan pada pertemuan berikutnya, namun konsepnya
dikenalkan).
2. Pemahaman
Bermakna
- Gaya adalah penyebab perubahan gerak benda.
- Hukum Newton menjelaskan bagaimana benda
berinteraksi dan bergerak akibat gaya.
- Setiap gaya memiliki pasangan aksi-reaksi.
3. Pertanyaan
Pemantik
- Mengapa kita cenderung terdorong ke belakang saat
mobil tiba-tiba bergerak maju?
- Mengapa roket bisa meluncur ke angkasa?
- Mengapa kita perlu mengerahkan gaya yang berbeda untuk mendorong meja yang kosong dan meja yang penuh buku?
H. KEGIATAN
PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
(2 JP): Konsep Gaya, Hukum Newton I & III, Pengenalan Hukum II Newton
1.
Pendahuluan (15 menit)
Pembuka:
Guru mengucapkan salam, mengecek kehadiran, dan mengkondisikan kelas.
Apersepsi:
* Guru
menampilkan gambar/video benda diam (misal, buku di meja) atau benda bergerak
lurus beraturan (misal, kelereng menggelinding di lantai licin).
* Guru bertanya: "Mengapa benda ini bisa tetap
diam atau bergerak dengan kecepatan konstan?" (Mengarahkan ke konsep gaya
dan inersia).
Motivasi:
* Guru
menjelaskan bahwa gaya ada di sekitar kita dan Hukum Newton adalah kunci untuk
memahami mengapa benda bergerak seperti yang mereka lakukan. Guru mengaitkan
dengan contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari (mobil, roket, dll.).
Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan TP yang akan dicapai pada hari ini.
2. Kegiatan
Inti (60 menit)
Stimulasi (Discovery
Learning - TP 1, 2, 5):
*Guru menampilkan simulasi atau demonstrasi
sederhana:
§
Demonstrasi A:Guru mendorong balok kayu di meja
licin, lalu berhenti.
§
Demonstrasi B:Guru menaruh koin di atas kertas
di atas meja, lalu menarik kertas dengan cepat.
§
Demonstrasi C:Guru menekan dinding, atau siswa
diminta mengamati aksi-reaksi saat berjalan.
*Guru meminta siswa mengamati dengan saksama dan mencatat fenomena yang terjadi.
Identifikasi
Masalah (Discovery Learning - TP 1, 2, 5):
*Guru memfasilitasi siswa untuk bertanya
dari hasil pengamatan. Contoh pertanyaan:
§
"Apa
itu gaya?"
§
"Mengapa koin tidak ikut tertarik saat
kertas ditarik cepat?"
§
"Mengapa saat kita menekan dinding,
kita juga merasakan dinding 'mendorong' balik?"
Pengumpulan Data (Discovery Learning
& Problem-Based Learning - TP 1, 2, 3, 5):
* Siswa dibagi menjadi kelompok (4-5
orang).
* Setiap kelompok diberikan LKPD yang
berisi panduan eksplorasi konsep.
* Siswa mencari informasi dari buku teks,
internet, atau sumber lain tentang:
§
Definisi gaya dan jenis-jenisnya (gaya berat,
normal, gesek, tegangan tali).
§
Bunyi Hukum I Newton (inersia) dan contohnya.
§ Bunyi Hukum III Newton (aksi-reaksi) dan contohnya.
Problem-Based
Learning (Pengenalan Hukum II Newton):
*Guru memberikan
pertanyaan pemantik atau skenario: "Jika kita mendorong mobil yang kosong
dan mobil yang penuh dengan gaya yang sama, mengapa percepatannya berbeda? Apa
pengaruh massa dan gaya terhadap percepatan?"
Pengolahan Data
& Pembuktian (Discovery Learning& Problem-Based Learning - TP 1, 2, 3,
5):
§
Siswa dalam kelompok berdiskusi untuk merumuskan
pengertian gaya dan jenis-jenisnya.
§
Siswa
menganalisis hasil pengamatan dan informasi untuk merumuskan Hukum I dan III
Newton, serta menyajikan contoh penerapannya.
§ Siswa berdiskusi dan berhipotesis tentang hubungan antara gaya, massa, dan percepatan berdasarkan skenario yang diberikan.
Verifikasi
& Kesimpulan (Discovery Learning & Problem-Based Learning -
TP 1, 2, 3, 5):
* Perwakilan
kelompok mempresentasikan hasil diskusi tentang gaya, Hukum I Newton, dan Hukum
III Newton.
* Guru
memfasilitasi diskusi kelas, mengkonfirmasi konsep, dan meluruskan miskonsepsi.
* Guru
membimbing siswa menyimpulkan hubungan antara gaya, massa, dan percepatan,
kemudian secara formal memperkenalkan Hukum II Newton.
* Guru
memberikan beberapa contoh soal sederhana penerapan Hukum II Newton.
3. Penutup
(15 menit)
Refleksi:
* Guru dan siswa
merefleksikan proses pembelajaran hari ini. "Apa hal baru yang kalian
pelajari hari ini? Apa yang masih perlu kalian pahami lebih lanjut?"
Penguatan:
* Guru
menekankan kembali konsep-konsep kunci gaya dan Hukum Newton.
Tindak
Lanjut:
* Guru
memberikan tugas rumah berupa soal-soal latihan dan meminta siswa membaca
materi tentang konsep usaha dan energi untuk pertemuan berikutnya.
Rencana
Pertemuan Berikutnya:
* Guru menjelaskan bahwa pertemuan selanjutnya akan membahas perhitungan Hukum II Newton dan percobaan sederhana.
I. ASESMEN
(PENILAIAN)
1. Asesmen
Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Non-Kognitif:
Mengamati kesiapan belajar siswa (semangat, minat), gaya belajar siswa, serta
kondisi emosi.
Kognitif:
Pertanyaan lisan singkat di awal pelajaran tentang prasyarat (misal: "Apa
itu percepatan?", "Apa perbedaan massa dan berat?").
2. Asesmen
Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Observasi
Guru:
* Sikap
(Profil Pelajar Pancasila): Mengamati keaktifan dalam diskusi, kerja
sama dalam kelompok, kemandirian saat mencari informasi, dan nalar
kritis saat berargumen.
* Keterampilan:
Mengamati kemampuan siswa dalam bertanya, mencatat informasi, dan berkomunikasi
dalam kelompok.
* Penilaian
Diri/Antarteman: Siswa mengisi lembar penilaian sederhana terkait
partisipasi dalam kelompok.
* Performa:
Keaktifan dalam diskusi kelompok, presentasi hasil diskusi.
* Produk:
Hasil LKPD atau catatan individu.
3. Asesmen
Sumatif (Akhir Unit/Materi)
* Tes
Tertulis: Soal esai/pilihan ganda yang mencakup TP 1, 2, 3, 5.
Contoh Soal:
1. Jelaskan
konsep inersia berdasarkan Hukum I Newton dan berikan 2 contoh penerapannya! 2.
Apa perbedaan antara gaya aksi dan reaksi? Berikan 2 contoh pasangan gaya
aksi-reaksi!
3. Jika resultan
gaya yang bekerja pada suatu benda adalah nol, bagaimana keadaan gerak benda
tersebut menurut Hukum I Newton?
4. Sebuah benda
bermassa 5 kg ditarik dengan gaya konstan sehingga mengalami percepatan
3 m/s2. Hitunglah besar gaya yang menarik benda tersebut!
J. REFLEKSI
GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi
Guru:
- Apakah tujuan pembelajaran tercapai?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif?
- Bagian mana yang perlu perbaikan/penyesuaian?
- Apakah ada siswa yang membutuhkan perhatian khusus?
- Bagaimana strategi diferensiasi dapat diterapkan
lebih baik di pertemuan selanjutnya?
Refleksi
Peserta Didik:
- Apa yang paling kalian pahami dari materi hari ini?
- Bagian mana yang masih membuat kalian bingung?
- Apa yang kalian rasakan saat belajar fisika hari
ini?
- Apakah kalian merasa nyaman belajar secara
kelompok?
Lampiran:
- LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Pertemuan 1:
Berisi panduan pengamatan, pertanyaan diskusi, dan ruang untuk merangkum
konsep.
- Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok dan Presentasi
Sederhana.
- Soal Latihan/PR Konseptual.
DINAMIKA
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA: SEKILAS ANALISIS KESENJANGAN ANTARA
KONSEPSI DAN REALITAS DI SEKOLAH.
Pelaksanaan
Kurikulum Merdeka di berbagai sekolah menunjukkan adanya kesenjangan antara
kerangka konseptual yang diharapkan dengan realitas implementasi di lapangan.
Observasi mendalam mengindikasikan bahwa beberapa aspek, seperti efektivitas
pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan kejelasan
pemahaman komponen kurikulum seperti Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan
Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), memerlukan perhatian
lebih lanjut untuk memastikan tercapainya tujuan kurikulum secara optimal.
Daftar Pustaka :
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
(2022). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022
tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Diakses dari https://guru.kemdikbud.go.id/
pada 27 Mei 2025.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
(2022). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 032/H/KR/2024 tentang Capaian Pembelajaran pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan
Menengah pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi. Diakses dari https://guru.kemdikbud.go.id/ pada 27 Mei 2025.
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar,
dan Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi.
Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar
Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang
Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan
Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi.
Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang
Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Tentang
Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.

Komentar
Posting Komentar