HAKIKAT BELAJAR
Penulis :
Lukman Hidayatullah, S.T., M.Pd.
PENGERTIAN BELAJAR MENURUT
AHLI.
Ernest R. Hilgard (1984):
Belajar diartikan sebagai proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja yang
menimbulkan perubahan. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali
kepada keadaan semula. (Definisi ini sangat menekankan perubahan permanen dan
kesengajaan).
Robert M. Gagné (1977):
Belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah
laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi
belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi
akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. (Gagné menekankan perubahan
perilaku yang dapat diamati sebagai hasil pengalaman/latihan).
B.F. Skinner: Belajar
adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlaku secara
progresif. (Skinner, sebagai tokoh behaviorisme, melihat belajar sebagai
pembentukan tingkah laku melalui penguatan).
C.T. Morgan: Belajar
adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat
atau hasil dari pengalaman yang telah lalu. (Mirip dengan Hilgard, menekankan
perubahan relatif permanen karena pengalaman).
W.S. Winkel: Belajar
adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif
dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif
konstan. (Winkel memasukkan aspek mental/psikis dan cakupan perubahan yang
lebih luas, yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif).
Albert Bandura (Belajar
Sosial): Belajar dapat terjadi karena individu meniru (imitasi) orang lain
(model). Belajar sosial terjadi melalui proses pengolahan informasi tentang
konsekuensi yang diperoleh model sebelum memutuskan meniru atau tidak. (Bandura
memperluas konsep belajar di luar pengalaman langsung, termasuk observasi dan
proses kognitif).
Jean Piaget
(Kognitif/Konstruktivisme): Meskipun tidak memberikan definisi tunggal yang
ringkas, Piaget berpendapat bahwa belajar adalah proses aktif di mana individu
mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan lingkungan,
melalui proses asimilasi dan akomodasi.
KESIMPULAN BELAJAR MENURUT
AHLI.
Belajar adalah proses
aktif yang melibatkan perubahan (baik tingkah laku yang teramati maupun
kapasitas internal seperti pengetahuan dan pemahaman) yang relatif permanen
pada individu, sebagai hasil dari pengalaman, latihan, atau interaksi dengan
lingkungan.
TEORI BELAJAR
Teori belajar adalah
seperangkat prinsip, konsep, dan ide-ide yang menjelaskan bagaimana individu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku baru. Dengan kata
lain, teori belajar mencoba menjawab pertanyaan fundamental: "Bagaimana seseorang
belajar?"
TUJUAN UTAMA TEORI BELAJAR
Menjelaskan proses belajar:
Memahami mekanisme di balik bagaimana informasi diproses, disimpan, dan
diingat.
Memprediksi hasil belajar:
Memungkinkan kita untuk memperkirakan bagaimana individu akan bereaksi atau
berperilaku dalam situasi belajar tertentu.
Memberikan panduan praktis:
Memberi tahu pendidik, orang tua, dan pembelajar itu sendiri tentang strategi
dan metode yang paling efektif untuk memfasilitasi pembelajaran.
ELEMEN KUNCI DALAM TEORI
BELAJAR
Peran pembelajar: Apakah
pembelajar pasif menerima informasi atau aktif mengkonstruksi pengetahuannya
sendiri?
Peran lingkungan:
Bagaimana lingkungan (fisik, sosial, budaya) memengaruhi proses belajar?
Peran guru/fasilitator:
Bagaimana peran pendidik dalam memandu atau mendukung pembelajaran?
Motivasi: Apa yang
mendorong seseorang untuk belajar?
Memori: Bagaimana
informasi disimpan dan diambil kembali?
Transfer belajar:
Bagaimana pengetahuan atau keterampilan yang dipelajari dalam satu konteks
dapat diterapkan ke konteks lain?
Secara garis besar ada 5 (lima) aliran
teori belajar, yakni Behaviorisme, Kognitivisme, Humanisme, Konstruktivisme,
dan Teori Belajar Sosial/Sosial Kognitif. Masing-masing aliran teori belajar
itu memiliki fokus dan asumsi yang berbeda tentang teori belajar.
BEHAVIORISME
Fokus: Perilaku yang dapat
diamati dan hubungan antara stimulus dan respons.
Tokoh: Ivan Pavlov
(pengondisian klasik), B.F. Skinner (pengondisian operan), John B. Watson.
Inti: Belajar adalah hasil
dari penguatan, hukuman, dan asosiasi. Perilaku baru diperoleh melalui
pengalaman langsung dengan konsekuensi.
KOGNITIVISME
Fokus: Proses mental
internal seperti memori, persepsi, pemecahan masalah, dan pemikiran.
Tokoh: Jean Piaget
(perkembangan kognitif), Lev Vygotsky (sosio-kultural), Jerome Bruner, Robert
Gagné.
Inti: Belajar adalah
proses aktif di mana pembelajar memproses, mengatur, dan membangun makna dari
informasi. Pengetahuan tidak hanya diterima, tetapi juga dikonstruksi.
HUMANISME
Fokus: Potensi individu
untuk tumbuh dan aktualisasi diri, serta pentingnya kebutuhan, motivasi, dan
emosi dalam belajar.
Tokoh: Carl Rogers,
Abraham Maslow.
Inti: Belajar paling
efektif terjadi ketika bermakna bagi individu, relevan dengan pengalaman
pribadi, dan didorong oleh kebutuhan internal untuk tumbuh dan mengembangkan
diri.
KONSTRUKTIVISME
Fokus: Pembelajar secara
aktif membangun pengetahuannya sendiri berdasarkan pengalaman dan interaksi
dengan dunia.
Tokoh: Jean Piaget (sering
juga dikategorikan di sini), Lev Vygotsky (konstruktivisme sosial), John Dewey.
Inti: Pengetahuan tidak
ditransfer secara pasif, melainkan dikonstruksi melalui interaksi sosial,
refleksi, dan pengalaman memecahkan masalah.
TEORI BELAJAR SOSIAL/SOSIAL
KOGNITIF
Fokus: Belajar melalui
observasi, imitasi, dan pemodelan, serta interaksi antara faktor pribadi,
perilaku, dan lingkungan.
Tokoh: Albert Bandura.
Inti: Individu belajar
banyak hal dengan mengamati orang lain dan konsekuensi dari perilaku mereka,
bahkan tanpa pengalaman langsung. Harapan dan keyakinan diri (self-efficacy)
juga berperan penting.
KESIMPULAN ALIRAN TEORI
BELAJAR
Behaviorisme adalah aliran
dalam psikologi yang berfokus pada perilaku yang bisa diamati dan diukur, bukan
pada pikiran atau perasaan internal.
Kognitivisme adalah aliran
dalam psikologi yang berfokus pada proses mental internal yang tidak bisa
diamati, seperti pemikiran, memori, persepsi, pemecahan masalah, dan
pengambilan keputusan.
Humanisme adalah aliran
dalam psikologi yang sangat menekankan potensi unik setiap individu untuk
tumbuh, berkembang, dan mencapai aktualisasi diri berdasarkan dorongan internal
dalam mengembangkan diri untuk menjadi versi terbaik dalam dirinya.
Konstruktivisme adalah
teori belajar yang mengatakan bahwa kita tidak hanya menerima informasi dari
luar, tetapi kita secara aktif membangun pemahaman dan pengetahuan kita sendiri
berdasarkan pengalaman dan interaksi kita dengan dunia.
Teori sosial kognitif
adalah teori yang menjelaskan bagaimana kita belajar sebagian besar melalui
pengamatan dan meniru orang lain, serta bagaimana keyakinan kita tentang diri
sendiri (terutama kemampuan kita) memengaruhi tindakan kita.
Daftar Pustaka :
Bandura, A. (1971). Social learning theory. General Learning
Press.
Gagné, R. M., Briggs, L. J., & Wager, W. W. (1992). Principles
of instructional design (4th ed.). Holt, Rinehart and Winston.
Hilgard, E. R., & Bower, G. H. (1984). Theories of learning.
Prentice-Hall.
Morgan, C. T. (1943). Physiological psychology. McGraw-Hill
Book Company.
Piaget, J., & Inhelder, B. (1969). The psychology of the child.
Basic Books.
Skinner, B. F. (1938). The behavior of organisms: An experimental
analysis. Appleton-Century.

Komentar
Posting Komentar