MODEL – MODEL PEMBELAJARAN



Penulis :
Lukman Hidayatullah, S.T., M.Pd.
Guru SMKN 2 Kota Serang.

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN: Kerangka Kerja Praktis untuk Mengajar

Setelah kita memahami berbagai teori pembelajaran (Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme, Humanisme, Kognitif Sosial) yang menjelaskan bagaimana belajar terjadi, langkah selanjutnya adalah memahami model-model pembelajaran. Model pembelajaran adalah kerangka kerja atau pola sistematis yang dirancang untuk memandu seluruh proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Model pembelajaran adalah terjemahan praktis dari teori-teori pembelajaran ke dalam serangkaian langkah operasional yang dapat diikuti oleh guru atau fasilitator. Setiap model memiliki sintaks atau tahapan yang jelas, tujuan tertentu, dan lingkungan belajar yang disarankan.

 

PERBEDAAN KONSEP:

Seringkali terjadi kebingungan antara istilah "model," "pendekatan," "strategi," dan "metode" pembelajaran. Mari kita bedakan secara singkat:

Pendekatan Pembelajaran (Approach): Sudut pandang atau filosofi umum tentang bagaimana pembelajaran seharusnya berlangsung. Ini adalah tingkat yang paling abstrak dan mendasari semua hal lain.

Ø Contoh: Pendekatan berpusat pada siswa (student-centered approach), pendekatan berpusat pada guru (teacher-centered approach).

Model Pembelajaran (Model): Kerangka kerja prosedural yang spesifik dan sistematis. Ini adalah pola besar yang mencakup berbagai strategi dan metode.

Ø Contoh: Model Pembelajaran Kooperatif, Model Pembelajaran Berbasis Masalah.

Strategi Pembelajaran (Strategy): Rencana umum atau taktik yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi bisa menjadi bagian dari sebuah model.

Ø Contoh: Strategi ekspositori, strategi inkuiri, strategi penguatan.

Metode Pembelajaran (Method): Teknik atau cara spesifik yang digunakan untuk menyampaikan materi atau melibatkan siswa dalam kegiatan belajar. Metode adalah bagian dari strategi.

Ø Contoh: Metode ceramah, metode diskusi, metode demonstrasi, metode simulasi.


KLASIFIKASI UMUM MODEL PEMBELAJARAN:

Model pembelajaran sangat beragam, tetapi sering dikelompokkan berdasarkan fokus atau teori yang mendasarinya.


MODEL BERBASIS PERILAKU (Behavioral Models):

Ø Fokus: Membentuk perilaku melalui penguatan dan pengulangan.

Ø Karakteristik: Struktur sangat terpusat pada guru, tujuan spesifik, dan umpan balik segera.

Ø Contoh:

v Direct Instruction (Pengajaran Langsung): Model yang sangat terstruktur di mana guru menyajikan informasi secara eksplisit, diikuti dengan latihan terbimbing dan latihan mandiri. Efektif untuk mengajarkan keterampilan dasar dan fakta.

ü  Sintaks: Orientasi (menarik perhatian, menyampaikan tujuan), Presentasi (penjelasan konsep), Latihan Terbimbing (guru membimbing siswa berlatih), Latihan Mandiri (siswa berlatih sendiri), Umpan Balik dan Koreksi.

 

MODEL BERBASIS KOGNITIF (Cognitive Models):

Ø Fokus: Mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan pemrosesan informasi.

Ø Karakteristik: Mendorong siswa untuk menganalisis, mengorganisir, dan mensintesis informasi.

Ø Contoh:

v Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri): Siswa disajikan dengan pertanyaan atau masalah dan didorong untuk menyelidiki, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan sendiri. Mirip dengan cara ilmuwan bekerja.

ü  Sintaks: Merumuskan pertanyaan, Merencanakan penyelidikan, Mengumpulkan dan menganalisis data, Menarik kesimpulan, Mengomunikasikan temuan.

v Concept Attainment Model (Model Pencapaian Konsep): Membantu siswa memahami konsep dengan membedakan contoh positif dan negatif dari konsep tersebut.

ü  Sintaks: Guru menyajikan contoh positif dan negatif, Siswa merumuskan hipotesis tentang konsep, Siswa menguji hipotesis dengan contoh baru, Siswa menyimpulkan konsep dan definisi.

 

MODEL BERBASIS KONSTRUKTIVIS (Constructivist Models):

Ø Fokus: Membangun pengetahuan secara aktif melalui pengalaman dan interaksi.

Ø Karakteristik: Pembelajar adalah pusat, guru sebagai fasilitator, menekankan kolaborasi dan refleksi.

Ø Contoh:

v Problem-Based Learning (PBL - Pembelajaran Berbasis Masalah): Siswa dihadapkan pada masalah nyata yang kompleks dan tidak terstruktur. Mereka bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah, mencari informasi, dan mengembangkan solusi.

ü  Sintaks: Orientasi siswa pada masalah, Mengorganisir siswa untuk belajar, Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

v Project-Based Learning (PjBL - Pembelajaran Berbasis Proyek): Siswa bekerja pada proyek yang menantang dan relevan dengan kehidupan nyata selama periode waktu yang diperpanjang. Hasilnya adalah produk atau presentasi nyata.

ü  Sintaks: Penentuan pertanyaan esensial/topik, Mendesain perencanaan proyek, Menyusun jadwal, Memantau siswa dan kemajuan proyek, Menguji hasil, Mengevaluasi pengalaman.

v Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan - Jerome Bruner): Siswa didorong untuk menemukan prinsip atau konsep sendiri melalui eksplorasi dan percobaan, bukan diberitahu secara langsung.

ü  Sintaks: Stimulasi (memberikan masalah), Pernyataan masalah, Pengumpulan data, Pembuktian (verifikasi hipotesis), Generalisasi (menarik kesimpulan).

 

MODEL BERBASIS SOSIAL (Social Models):

Ø Fokus: Pembelajaran melalui interaksi sosial, kolaborasi, dan observasi.

Ø Karakteristik: Menekankan kerja kelompok, komunikasi, dan peran teman sebaya.

Ø Contoh:

v Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif): Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama, dengan setiap anggota bertanggung jawab atas bagian mereka dan juga keberhasilan kelompok.

ü  Sintaks: Guru mempresentasikan pelajaran, Guru mengorganisir kelompok belajar, Siswa bekerja dalam kelompok, Guru mengevaluasi dan memberikan pengakuan. (Variasi banyak, misal: Jigsaw, STAD, TGT).

v Peer Tutoring (Bimbingan Sebaya): Siswa yang lebih mampu membantu siswa lain yang membutuhkan.

 

MODEL BERBASIS HUMANISTIK (Humanistic Models):

Ø Fokus: Mengembangkan potensi individu, motivasi diri, dan konsep diri yang positif.

Ø Karakteristik: Berpusat pada siswa, guru sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.

Ø Contoh:

v Nondirective Teaching (Pengajaran Non-direktif - Carl Rogers): Guru mengambil peran sebagai fasilitator, memberikan dukungan dan menciptakan iklim yang kondusif agar siswa dapat mengeksplorasi minat dan tujuan mereka sendiri. Tidak ada sintaks yang kaku, lebih pada pendekatan filosofis.

v Experiential Learning (Pembelajaran Berbasis Pengalaman - David Kolb): Belajar melalui siklus pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimentasi aktif.

ü  Sintaks: Pengalaman Konkret, Observasi Reflektif, Konseptualisasi Abstrak, Eksperimentasi Aktif.


PEMILIHAN MODEL PEMBELAJARAN:

Pemilihan model pembelajaran yang tepat sangat bergantung pada beberapa faktor:

Ø Tujuan Pembelajaran: Apakah tujuannya adalah menghafal fakta, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, atau meningkatkan keterampilan sosial?

Ø Karakteristik Peserta Didik: Usia, tingkat pengetahuan sebelumnya, gaya belajar, motivasi, dan kebutuhan khusus siswa.

Ø Materi Pembelajaran: Sifat dan kompleksitas materi yang akan diajarkan.

Ø Sumber Daya yang Tersedia: Waktu, fasilitas, media, dan teknologi.

Ø Gaya Mengajar Guru: Preferensi dan keahlian guru.

 

Daftar Pustaka :

Arends, R. I. (2012). Learning to Teach (9th ed.). New York: McGraw-Hill.

Blumenfeld, P. C., Soloway, E., Marx, R. W., Krajcik, J. S., Guzdial, M., & Palincsar, A. (1991). Motivating Project-Based Learning: Sustaining the Doing, Supporting the Learning. Educational Psychologist, 26(3-4), 369–398.

Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-Based Learning: What and How Do Students Learn?. Educational Psychology Review, 16(3), 235–266.

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2014). Models of Teaching (9th ed.). Boston: Pearson.

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning (5th ed.). Boston: Allyn and Bacon.

Merrill, M. D. (2002). First Principles of Instruction. Educational Technology Research and Development, 50(3), 43–59.

Slavin, R. E. (2018). Educational Psychology: Theory and Practice (12th ed.). Boston: Pearson.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM MERDEKA

KURIKULUM KTSP

KURIKULUM 1975