PENGERTIAN KURIKULUM



Penulis :
Lukman Hidayatullah, S.T., M.Pd.
Guru SMKN 2 Kota Serang

Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin, yakni "Currere", artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Hal ini berkaitan dengan pengertian kurikulum dalam pendidikan yakni jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh ijazah.

Ijazah pada hakikatnya merupakan suatu tanda bukti, bahwa siswa telah menempuh kurikulum yang berupa rencana pelajaran. Dimana kurikulum memuat isi dan materi pelajaran.

Dengan kata lain, kurikulum ialah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan.

Pada awalnya mata pelajaran (Subject matter) memiliki pengertian pengalaman orang tua atau orang-orang pandai masa lampau, yang telah disusun secara sistematis dan logis. Mata pelajaran dapat terdiri dari pengalaman atau penemuan-penemuan masa lampau, kemudian dilakukan pemilihan, yang selanjutnya disusun secara sistematis menurut aturan tertentu dan dapat diterima secara logis yang artinya kaidah – kaidahnya masuk akal.

Mata pelajaran berisi materi – materi pelajaran yang akan disampaiakan kepada siswa, dengan harapan siswa memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya dan berguna bagi lingkungan sekitarnya.

Semakin banyak pangalaman dan penemuan - penemuan, maka semakin banyak pula mata pelajaran yang harus disusun dalam kurikulum yang akan dipelajari oleh siswa di sekolah.

Kurikulum sebagai Rencana Pembelajaran memiliki pengertian, Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa, sehingga dengan program itu para siswa dapat melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran.

Sekolah sebagai lembaga formal penyelenggara proses belajar mengajar harus dapat menyediakan lingkungan belajar kondusif bagi siswa sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Oleh karen itu kurikulum disekolah juga tidak hanya terbatas sejumlah mata pelajaran, melainkan lebih dari itu bahwa kurikulum harus meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti : bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan, perpustakaan, gambar-gambar, halaman sekolah, dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan sebuah pendapat :

The curriculum is as broad and varied as the child's school environment. Broadly conceived, the curriculum enlbraces not only subject matter but also various aspects of the physical and social environment. The school brings the child With his irnpelling flow of experiences into an environment consisting of school facilities, subject matter, other children, and teachers. From interaction or the child with these elements learning results. (Ellis, Cogan, & Howey, 1981)

Uraian itu memiliki pengertian bahwa “Kurikulum sama luas dan beragamnya dengan lingkungan sekolah anak. Secara umum, kurikulum tidak hanya mencakup materi pelajaran tetapi juga berbagai aspek lingkungan fisik dan sosial. Sekolah membawa anak dengan aliran pengalamannya ke dalam lingkungan yang terdiri dari fasilitas sekolah, materi pelajaran, interaksi dengan anak-anak lain, dan guru. Dan dari interaksi anak dengan elemen-elemen itu, akan mendapatkan hasil dari belajar.

Lebih luas lagi dari pandangan sebelumnya bahwa kurikulum tidak hanya susunan mata pelajaran atau lingkungan sekolah, pandangan ini memberikan pandangan lebih detail tentang kurikulum bahwa :

Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences which pupils have under direction of the school, whether in the classroom or not (Romine, 1945, h. 14).

Yang diartikan bahwa kurikulum adalah semua pelajaran, kegiatan dan pengalaman yang terorganisasi yang dimiliki siswa di bawah arahan sekolah, baik di lingkungan kelas atau tidak (Romine, 1945, h. 14).

Definisi ini merujuk pada pengertian kurikulum secara luas, yang terdapatnya susunan mata pelajaran yang harus ditempuh siswa, fasilitas pendukung belajar siswa, dan program pembelajaran intra dan ekstra kurikuler.

Pengertian ini menunjukan, bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja, melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan di luar kelas. Tak ada pemisahan yang tegas antara intra dan ekstra kurikulum. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar/pendidikan bagi siswa pada hakikatnya adalah kurikulum.

Sebagai kesimpulan, agar lebih memahami tentang pengertian kurikulum, dan selanjutnya istilah baru yang berkaitan dengan kurikulum itu yaitu kurikuler, dapat dibedakan sebagai berikut :


KURIKULUM

Kurikulum merupakan sebuah kata benda (Noun).

Definisi: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

 

Fokus: Kurikulum adalah dokumen tertulis yang berfungsi sebagai blueprint atau panduan untuk seluruh proses pendidikan. Ini mencakup apa yang akan diajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, dan bagaimana mengevaluasi hasilnya.

Sifat: Kurikulum bersifat abstrak sebagai sebuah konsep atau rencana, namun diwujudkan dalam bentuk dokumen tertulis.

Cakupan: Kurikulum mencakup seluruh program pendidikan di suatu lembaga atau jenjang pendidikan. Ini termasuk struktur mata pelajaran, alokasi waktu, metode pembelajaran, dan sistem penilaian.

Contoh: Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Sederhananya : Kurikulum adalah seperangkat tujuan dan isi pendidikan ("apa") beserta rencana dan pengorganisasian pengalaman belajar ("bagaimana rencana") yang dirancang untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pendidikan tersebut.

 

KURIKULER

Kurikuler merupakan sebuah kata sifat (Adjective).

Definisi: Kurikuler adalah bersangkutan dengan kurikulum. Ini merujuk pada segala sesuatu yang terkait atau termasuk dalam lingkup kurikulum.

Fokus: Kurikuler menggambarkan kegiatan, materi, atau aspek lain yang merupakan bagian integral dari pelaksanaan kurikulum.

Sifat: Kurikuler bersifat konkret karena mengacu pada hal-hal yang diimplementasikan berdasarkan kurikulum.

Cakupan: Kurikuler mencakup kegiatan belajar mengajar di dalam kelas yang secara langsung berkaitan dengan materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Contoh: Kegiatan intrakurikuler (proses pembelajaran di kelas sesuai jadwal dan mata pelajaran), materi kurikuler (isi pelajaran yang terdapat dalam kurikulum), tujuan kurikuler (target pembelajaran yang ingin dicapai berdasarkan kurikulum).

Sederhananya : Kurikuler adalah "segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan rencana" tersebut di dalam proses pembelajaran formal.

 

 

Daftar Pustaka :

Ellis, A. K., Cogan, J. J., & Howey, K. R. (1981). Introduction to the foundations of education. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall, Inc.

Romine, S. A. (1954). Building the high school curriculum. New York, NY: The Ronald Press Company.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM MERDEKA

KURIKULUM KTSP

KURIKULUM 1975