SEJARAH PERJALANAN KURIKULUM PENDIDIKAN DI INDONESIA



Penulis :
Lukman Hidayatullah,S.R., M.Pd.
Guru SMKN 2 Kota Serang.

Perjalanan kurikulum pendidikan di Indonesia adalah cerminan dari dinamika sosial, politik, dan kebutuhan bangsa yang terus berkembang. Sejak kemerdekaan hingga saat ini, kurikulum telah mengalami berbagai perubahan dan penyempurnaan dengan tujuan untuk menghasilkan generasi yang relevan dan berkualitas.

 

MASA ORDE LAMA (1945 - 1965)

1. Rentjana Pelajaran 1947

Ini adalah kurikulum pertama setelah proklamasi kemerdekaan. Istilah yang digunakan masih dipengaruhi bahasa Belanda, yaitu "Leerplan" (rencana pelajaran). Fokus utama kurikulum ini adalah pembentukan karakter manusia Indonesia merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain, bukan pada pendidikan pikiran. Lebih ditekankan pada pendidikan watak, kesadaran bernegara, dan bermasyarakat. Kurikulum ini baru dilaksanakan secara penuh pada tahun 1950.

2. Rentjana Pelajaran Terurai 1952

Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1947. Ciri khasnya adalah perincian setiap mata pelajaran dan adanya arahan agar materi pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kurikulum ini juga menetapkan bahwa satu guru hanya mengajar satu mata pelajaran.

3. Rentjana Pendidikan 1964

Fokus kurikulum ini adalah pada Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keterampilan (keprigelan), dan jasmani. Pemerintah menginginkan agar rakyat mendapatkan pengetahuan akademik sebagai bekal di jenjang Sekolah Dasar (SD). Pembelajaran dipusatkan pada upaya aktif, kreatif, dan produktif. Hari Sabtu ditetapkan sebagai hari krida, di mana siswa dapat berlatih kegiatan sesuai minat dan bakat.

 

MASA ORDE BARU (1965 - 1998)

1. Kurikulum 1968

Kurikulum ini lahir di masa Orde Baru dan bersifat politis, bertujuan mengganti kurikulum 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Fokusnya adalah pembentukan manusia Pancasila sejati, serta pengembangan fisik dan mental. Kurikulum ini cenderung teoritis dan kurang relevan dengan kehidupan nyata di lapangan.

2. Kurikulum 1975

Kurikulum ini mengadopsi Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), yang dikenal juga sebagai "satuan pelajaran". Sistem ini merinci setiap pelajaran menjadi Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). Pendekatan yang digunakan menekankan efisiensi dan efektivitas dalam pendidikan.

3. Kurikulum 1984

Dikenal sebagai "Kurikulum 1975 yang Disempurnakan", kurikulum ini mengusung pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Siswa didorong untuk lebih aktif dalam mengamati, mengelompokkan, mendiskusikan, dan melaporkan sesuatu. Meskipun berfokus pada proses, tujuan pendidikan tetap menjadi elemen penting.

 

4. Kurikulum 1994

Kurikulum ini memadukan kurikulum 1975 dan 1984. Penerapannya dilakukan sesuai dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dengan perubahan sistem waktu belajar dari semester ke caturwulan. Namun, kurikulum ini mendapat kritik karena beban belajar siswa yang dianggap terlalu berat.

 

MASA REFORMASI (1998 - SEKARANG)

1. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004

KBK menjadi kurikulum pertama di era reformasi. Kurikulum ini menekankan pada penguasaan kompetensi oleh peserta didik, meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap, minat, motivasi, dan nilai-nilai. Tujuannya adalah agar siswa mampu melakukan sesuatu dengan tanggung jawab.

2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006

KTSP merupakan penyempurnaan dari KBK 2004. Perbedaan utamanya adalah pemerintah hanya menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, sementara pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran diserahkan kepada satuan pendidikan (sekolah) sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.

3. Kurikulum 2013 (K-13)

K-13 berupaya melakukan penyederhanaan dan tematik-integratif dalam pembelajaran. Kurikulum ini disiapkan untuk mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan, dengan mengintegrasikan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

4. Kurikulum Merdeka (Mulai 2022/2023)

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum terbaru yang menjadi bagian dari program Merdeka Belajar. Beberapa karakteristik utamanya adalah:

  • Pengembangan soft skills dan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila.
  • Fokus pada materi esensial, mengurangi beban materi yang terlalu banyak.
  • Pembelajaran yang lebih fleksibel, memungkinkan guru dan sekolah untuk mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik.
  • Mendorong pembelajaran intrakurikuler yang beragam dengan konten yang lebih optimal.

Setiap perubahan kurikulum di Indonesia selalu diiringi oleh harapan akan peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi dengan kebutuhan zaman.

 

 

Daftar Pustaka :

Hamalik, O. (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Nasution, S. (2000). Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Sekilas Kurikulum Merdeka. Sistem Perbukuan Indonesia. Diperoleh 26 Mei 2025, dari https://buku.kemdikbud.go.id/info/sekilas-kurikulum-merdeka

Sukmadinata, N. S. (2007). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. Bandung: Rosda Karya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Diperoleh dari https://jdih.kemdikbud.go.id/detail/Undang-Undang%20Nomor%2020%20Tahun%202003

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM MERDEKA

KURIKULUM KTSP

KURIKULUM 1975