TUJUAN PEMBELAJARAN (LEARNING OBJECTIVES/GOALS)
Pengertian:
Tujuan pembelajaran adalah pernyataan eksplisit tentang apa yang diharapkan
dapat diketahui, dipahami, atau dilakukan oleh peserta didik (pembelajar)
setelah menyelesaikan suatu proses atau unit pembelajaran. Tujuan ini
berfokus pada hasil belajar yang diinginkan, bukan pada aktivitas
pengajaran guru.
PENTINGNYA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Arah dan
Fokus: Memberikan arah yang jelas bagi guru dan peserta didik. Guru tahu
apa yang harus diajarkan, dan siswa tahu apa yang harus mereka pelajari. Ini
mencegah pembelajaran yang tidak terarah atau menyimpang.
Panduan
Desain Instruksional: Membantu dalam memilih materi, metode, media, dan
kegiatan belajar yang paling sesuai untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tanpa
tujuan yang jelas, sulit untuk merancang pengalaman belajar yang efektif.
Dasar
Evaluasi: Merupakan kriteria utama untuk mengukur keberhasilan
pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan telah tercapai.
Motivasi
Peserta Didik: Ketika peserta didik memahami apa yang diharapkan dari
mereka, mereka cenderung lebih termotivasi dan memiliki arah yang jelas dalam
belajar.
Akuntabilitas:
Memberikan landasan bagi akuntabilitas proses pembelajaran. Guru dan institusi
dapat dinilai berdasarkan sejauh mana mereka membantu peserta didik mencapai
tujuan yang ditetapkan.
KARAKTERISTIK
TUJUAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF (PRINSIP SMART):
Tujuan
pembelajaran yang baik seringkali dirumuskan menggunakan prinsip SMART:
S
(Specific/Spesifik): Tujuan harus jelas dan tidak ambigu. Hindari kata-kata
umum seperti "memahami" atau "mengetahui". Sebutkan
perilaku atau hasil yang spesifik.
ü
Contoh Buruk: Siswa memahami tentang
fotosintesis.
ü
Contoh Baik: Siswa dapat menjelaskan
proses fotosintesis dengan menyebutkan bahan baku dan hasilnya.
M
(Measurable/Terukur): Harus ada cara untuk mengukur apakah tujuan telah
tercapai. Ini mengacu pada indikator.
ü
Contoh Buruk: Siswa menjadi lebih baik
dalam matematika.
ü
Contoh Baik: Siswa dapat menyelesaikan 8
dari 10 soal persamaan linear satu variabel dengan benar.
A
(Achievable/Dapat Dicapai): Tujuan harus realistis dan dapat dicapai oleh
peserta didik dalam waktu yang ditentukan, dengan mempertimbangkan tingkat
kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
R
(Relevant/Relevan): Tujuan harus relevan dengan kebutuhan peserta didik,
kurikulum, dan tujuan yang lebih besar dari pendidikan.
T
(Time-bound/Berbatas Waktu): Harus ada kerangka waktu kapan tujuan tersebut
diharapkan tercapai (misalnya, "setelah pelajaran ini," "pada
akhir unit ini," "dalam satu semester").
KOMPONEN
TUJUAN PEMBELAJARAN (Model ABCD dari Mager):
Robert Mager
menyarankan tujuan pembelajaran dirumuskan dengan empat komponen utama:
A
(Audience/Peserta Didik): Siapa yang akan melakukan perilaku tersebut?
(Contoh: "Peserta didik...", "Siswa kelas X...")
B
(Behavior/Perilaku): Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh peserta
didik? Harus berupa kata kerja yang dapat diamati dan diukur (Kata Kerja
Operasional/KKO).
ü
Contoh KKO: Menjelaskan,
mengidentifikasi, menganalisis, membandingkan, menghitung, mendemonstrasikan,
merancang, menyimpulkan.
C
(Condition/Kondisi): Dalam kondisi atau situasi seperti apa perilaku
tersebut akan dilakukan? Alat, bantuan, atau batasan apa yang diberikan?
ü
Contoh: "...dengan menggunakan
mikroskop...", "...tanpa melihat catatan...",
"...berdasarkan data yang diberikan..."
D
(Degree/Derajat): Seberapa baik atau sampai tingkat mana perilaku tersebut
harus dilakukan? Kriteria keberhasilan atau standar performa.
ü
Contoh: "...dengan akurasi
90%...", "...minimal 3 dari 5 poin...", "...sesuai dengan
prosedur standar..."
CONTOH TUJUAN
PEMBELAJARAN LENGKAP (menggunakan ABCD):
ü
(A) Peserta didik (B) dapat
mengidentifikasi (C) lima jenis hewan vertebrata (D) dengan
benar.
ü
(A) Setelah membaca teks tentang Revolusi
Industri, (B) siswa (C) mampu (D) menganalisis dampak positif dan negatifnya
terhadap masyarakat, (E) dengan menyebutkan minimal tiga dampak untuk setiap
kategori. (Dalam contoh ini, "mampu" menjadi bagian dari perilaku
dan "dengan menyebutkan minimal tiga dampak" menjadi derajatnya).
INDIKATOR
PEMBELAJARAN (Learning Indicators/Performance Indicators)
Pengertian:
Indikator pembelajaran adalah penanda konkret dan terukur yang menunjukkan
bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai. Mereka adalah bukti observable
dari apa yang diketahui atau dapat dilakukan peserta didik setelah belajar.
Indikator lebih spesifik daripada tujuan dan berfungsi sebagai jembatan antara
tujuan dan alat evaluasi.
PENTINGNYA
INDIKATOR PEMBELAJARAN:
Bukti
Pencapaian Tujuan: Indikator menyediakan bukti nyata bahwa tujuan
pembelajaran telah dipenuhi.
Panduan
Evaluasi yang Jelas: Membantu guru dalam merancang instrumen penilaian
(tes, kuis, proyek, observasi) karena mereka tahu persis apa yang harus
dinilai.
Transparansi
bagi Peserta Didik: Memberikan kejelasan kepada peserta didik tentang apa
yang harus mereka kuasai dan bagaimana mereka akan dinilai.
Umpan
Balik yang Spesifik: Memungkinkan guru memberikan umpan balik yang
terperinci kepada peserta didik tentang area mana yang sudah dikuasai dan area
mana yang perlu ditingkatkan.
HUBUNGAN
ANTARA TUJUAN DAN INDIKATOR:
Setiap
tujuan pembelajaran biasanya memiliki satu atau lebih indikator yang
mendeskripsikan secara lebih rinci perilaku atau pengetahuan yang diharapkan.
Tujuan
adalah "apa yang ingin dicapai," indikator adalah "bagaimana
kita tahu bahwa itu sudah dicapai."
CONTOH
HUBUNGAN TUJUAN DAN INDIKATOR:
Contoh 1:
- Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat
menjelaskan proses fotosintesis dengan menyebutkan bahan baku dan
hasilnya.
- Indikator Pembelajaran:
- Peserta didik dapat menyebutkan tiga bahan baku
utama fotosintesis (air, karbon dioksida, cahaya matahari).
- Peserta didik dapat menyebutkan dua hasil utama
fotosintesis (glukosa/makanan, oksigen).
- Peserta didik dapat mengurutkan tahapan utama
dalam proses fotosintesis.
Contoh 2:
- Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu
menganalisis dampak positif dan negatif Revolusi Industri terhadap
masyarakat.
- Indikator Pembelajaran:
- Siswa dapat mengidentifikasi minimal tiga dampak
positif Revolusi Industri.
- Siswa dapat mengidentifikasi minimal tiga dampak
negatif Revolusi Industri.
- Siswa dapat memberikan contoh konkret untuk setiap
dampak yang disebutkan.
- Siswa dapat membandingkan dampak positif dan
negatif Revolusi Industri dalam sebuah esai singkat.
Contoh 3:
- Tujuan Pembelajaran: Peserta pelatihan dapat
menggunakan fitur dasar perangkat lunak pengolah kata (misalnya, Microsoft
Word) untuk membuat dokumen sederhana.
- Indikator Pembelajaran:
- Peserta pelatihan dapat membuka dan menyimpan
dokumen baru.
- Peserta pelatihan dapat mengetik dan mengedit
teks.
- Peserta pelatihan dapat memformat teks (misalnya,
huruf tebal, miring, ukuran font).
- Peserta pelatihan dapat menyisipkan gambar ke
dalam dokumen.
Daftar Pustaka :
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.).
(2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of
Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman.
Bloom, B. S. (Ed.). (1956). Taxonomy of Educational
Objectives, Handbook I: The Cognitive Domain. New York: David McKay Co Inc.
Gronlund, N. E. (2004). Assessment of Student
Achievement (8th ed.). Upper Saddle River, NJ: Merrill Prentice Hall.
Mager, R. F. (1984). Preparing Instructional
Objectives (2nd ed.). Belmont, CA: David S. Lake Publishers.
Ormrod, J. E. (2016). Educational Psychology:
Developing Learners (9th ed.). Boston: Pearson.

Komentar
Posting Komentar