TUJUAN PEMBELAJARAN (LEARNING OBJECTIVES/GOALS)



Penulis :
Lukman Hidayatullah,S.T., M.Pd.
Guru SMKN 2 Kota Serag

Pengertian: Tujuan pembelajaran adalah pernyataan eksplisit tentang apa yang diharapkan dapat diketahui, dipahami, atau dilakukan oleh peserta didik (pembelajar) setelah menyelesaikan suatu proses atau unit pembelajaran. Tujuan ini berfokus pada hasil belajar yang diinginkan, bukan pada aktivitas pengajaran guru.

 

PENTINGNYA TUJUAN PEMBELAJARAN:

Arah dan Fokus: Memberikan arah yang jelas bagi guru dan peserta didik. Guru tahu apa yang harus diajarkan, dan siswa tahu apa yang harus mereka pelajari. Ini mencegah pembelajaran yang tidak terarah atau menyimpang.

Panduan Desain Instruksional: Membantu dalam memilih materi, metode, media, dan kegiatan belajar yang paling sesuai untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tanpa tujuan yang jelas, sulit untuk merancang pengalaman belajar yang efektif.

Dasar Evaluasi: Merupakan kriteria utama untuk mengukur keberhasilan pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai.

Motivasi Peserta Didik: Ketika peserta didik memahami apa yang diharapkan dari mereka, mereka cenderung lebih termotivasi dan memiliki arah yang jelas dalam belajar.

Akuntabilitas: Memberikan landasan bagi akuntabilitas proses pembelajaran. Guru dan institusi dapat dinilai berdasarkan sejauh mana mereka membantu peserta didik mencapai tujuan yang ditetapkan.

 

KARAKTERISTIK TUJUAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF (PRINSIP SMART):

Tujuan pembelajaran yang baik seringkali dirumuskan menggunakan prinsip SMART:

S (Specific/Spesifik): Tujuan harus jelas dan tidak ambigu. Hindari kata-kata umum seperti "memahami" atau "mengetahui". Sebutkan perilaku atau hasil yang spesifik.

ü  Contoh Buruk: Siswa memahami tentang fotosintesis.

ü  Contoh Baik: Siswa dapat menjelaskan proses fotosintesis dengan menyebutkan bahan baku dan hasilnya.

M (Measurable/Terukur): Harus ada cara untuk mengukur apakah tujuan telah tercapai. Ini mengacu pada indikator.

ü  Contoh Buruk: Siswa menjadi lebih baik dalam matematika.

ü  Contoh Baik: Siswa dapat menyelesaikan 8 dari 10 soal persamaan linear satu variabel dengan benar.

A (Achievable/Dapat Dicapai): Tujuan harus realistis dan dapat dicapai oleh peserta didik dalam waktu yang ditentukan, dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan dan sumber daya yang tersedia.

R (Relevant/Relevan): Tujuan harus relevan dengan kebutuhan peserta didik, kurikulum, dan tujuan yang lebih besar dari pendidikan.

T (Time-bound/Berbatas Waktu): Harus ada kerangka waktu kapan tujuan tersebut diharapkan tercapai (misalnya, "setelah pelajaran ini," "pada akhir unit ini," "dalam satu semester").

 

KOMPONEN TUJUAN PEMBELAJARAN (Model ABCD dari Mager):

Robert Mager menyarankan tujuan pembelajaran dirumuskan dengan empat komponen utama:

A (Audience/Peserta Didik): Siapa yang akan melakukan perilaku tersebut? (Contoh: "Peserta didik...", "Siswa kelas X...")

B (Behavior/Perilaku): Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh peserta didik? Harus berupa kata kerja yang dapat diamati dan diukur (Kata Kerja Operasional/KKO).

ü  Contoh KKO: Menjelaskan, mengidentifikasi, menganalisis, membandingkan, menghitung, mendemonstrasikan, merancang, menyimpulkan.

C (Condition/Kondisi): Dalam kondisi atau situasi seperti apa perilaku tersebut akan dilakukan? Alat, bantuan, atau batasan apa yang diberikan?

ü  Contoh: "...dengan menggunakan mikroskop...", "...tanpa melihat catatan...", "...berdasarkan data yang diberikan..."

D (Degree/Derajat): Seberapa baik atau sampai tingkat mana perilaku tersebut harus dilakukan? Kriteria keberhasilan atau standar performa.

ü  Contoh: "...dengan akurasi 90%...", "...minimal 3 dari 5 poin...", "...sesuai dengan prosedur standar..."

 

CONTOH TUJUAN PEMBELAJARAN LENGKAP (menggunakan ABCD):

ü  (A) Peserta didik (B) dapat mengidentifikasi (C) lima jenis hewan vertebrata (D) dengan benar.

ü  (A) Setelah membaca teks tentang Revolusi Industri, (B) siswa (C) mampu (D) menganalisis dampak positif dan negatifnya terhadap masyarakat, (E) dengan menyebutkan minimal tiga dampak untuk setiap kategori. (Dalam contoh ini, "mampu" menjadi bagian dari perilaku dan "dengan menyebutkan minimal tiga dampak" menjadi derajatnya).

 

INDIKATOR PEMBELAJARAN (Learning Indicators/Performance Indicators)

Pengertian: Indikator pembelajaran adalah penanda konkret dan terukur yang menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai. Mereka adalah bukti observable dari apa yang diketahui atau dapat dilakukan peserta didik setelah belajar. Indikator lebih spesifik daripada tujuan dan berfungsi sebagai jembatan antara tujuan dan alat evaluasi.

 

PENTINGNYA INDIKATOR PEMBELAJARAN:

Bukti Pencapaian Tujuan: Indikator menyediakan bukti nyata bahwa tujuan pembelajaran telah dipenuhi.

Panduan Evaluasi yang Jelas: Membantu guru dalam merancang instrumen penilaian (tes, kuis, proyek, observasi) karena mereka tahu persis apa yang harus dinilai.

Transparansi bagi Peserta Didik: Memberikan kejelasan kepada peserta didik tentang apa yang harus mereka kuasai dan bagaimana mereka akan dinilai.

Umpan Balik yang Spesifik: Memungkinkan guru memberikan umpan balik yang terperinci kepada peserta didik tentang area mana yang sudah dikuasai dan area mana yang perlu ditingkatkan.

 

HUBUNGAN ANTARA TUJUAN DAN INDIKATOR:

Setiap tujuan pembelajaran biasanya memiliki satu atau lebih indikator yang mendeskripsikan secara lebih rinci perilaku atau pengetahuan yang diharapkan.

Tujuan adalah "apa yang ingin dicapai," indikator adalah "bagaimana kita tahu bahwa itu sudah dicapai."

 

CONTOH HUBUNGAN TUJUAN DAN INDIKATOR:

Contoh 1:

  • Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menjelaskan proses fotosintesis dengan menyebutkan bahan baku dan hasilnya.
  • Indikator Pembelajaran:
    • Peserta didik dapat menyebutkan tiga bahan baku utama fotosintesis (air, karbon dioksida, cahaya matahari).
    • Peserta didik dapat menyebutkan dua hasil utama fotosintesis (glukosa/makanan, oksigen).
    • Peserta didik dapat mengurutkan tahapan utama dalam proses fotosintesis.

Contoh 2:

  • Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu menganalisis dampak positif dan negatif Revolusi Industri terhadap masyarakat.
  • Indikator Pembelajaran:
    • Siswa dapat mengidentifikasi minimal tiga dampak positif Revolusi Industri.
    • Siswa dapat mengidentifikasi minimal tiga dampak negatif Revolusi Industri.
    • Siswa dapat memberikan contoh konkret untuk setiap dampak yang disebutkan.
    • Siswa dapat membandingkan dampak positif dan negatif Revolusi Industri dalam sebuah esai singkat.

Contoh 3:

  • Tujuan Pembelajaran: Peserta pelatihan dapat menggunakan fitur dasar perangkat lunak pengolah kata (misalnya, Microsoft Word) untuk membuat dokumen sederhana.
  • Indikator Pembelajaran:
    • Peserta pelatihan dapat membuka dan menyimpan dokumen baru.
    • Peserta pelatihan dapat mengetik dan mengedit teks.
    • Peserta pelatihan dapat memformat teks (misalnya, huruf tebal, miring, ukuran font).
    • Peserta pelatihan dapat menyisipkan gambar ke dalam dokumen.

 

 

 

Daftar Pustaka :

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman.

Bloom, B. S. (Ed.). (1956). Taxonomy of Educational Objectives, Handbook I: The Cognitive Domain. New York: David McKay Co Inc.

Gronlund, N. E. (2004). Assessment of Student Achievement (8th ed.). Upper Saddle River, NJ: Merrill Prentice Hall.

Mager, R. F. (1984). Preparing Instructional Objectives (2nd ed.). Belmont, CA: David S. Lake Publishers.

Ormrod, J. E. (2016). Educational Psychology: Developing Learners (9th ed.). Boston: Pearson.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM MERDEKA

KURIKULUM KTSP

KURIKULUM 1975